DISPORA JEMBER - Upaya mencegah terjadinya pernikahan usia anak dan menekan angka stunting membutuhkan intervensi yang sistematis, terarah, dan berbasis literasi kesehatan masyarakat. Dalam konteks pembangunan kepemudaan, penggunaan pendekatan edukasi kepada organisasi pelajar sekolah menjadi strategi strategis. Hal tersebut berangkat dari pemahaman bahwa pengurus OSIS memiliki posisi sebagai agent of change di lingkungan sekolah masing-masing, sehingga diharapkan mampu menularkan pengetahuan, membangun kesadaran kolektif, dan menciptakan budaya sehat dalam pergaulan pelajar.
Didasarkan pada kerangka tersebut, Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Jember menyelenggarakan Sosialisasi Pencegahan Pernikahan Dini dan Stunting yang diikuti oleh pengurus OSIS SMA/SMK/MA se-Kabupaten Jember. Kegiatan ini berlangsung di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Jember pada Selasa (11/11).
Mewakili Bupati Jember, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Jember, Dr. Drs. Edy Budi Susilo, M.Si, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa isu stunting dan pernikahan dini bukan hanya persoalan kesehatan dan sosial, tetapi menyangkut kualitas sumber daya manusia di masa depan.
“Generasi muda adalah aset pembangunan jangka panjang. Ketika mereka menikah terlalu dini atau mengalami stunting sejak lahir, kita sedang menghadapi ancaman pemiskinan struktural. Karena itu, edukasi seperti ini adalah gerakan bersama untuk menyelamatkan masa depan Jember,” ujarnya singkat.
Sementara itu, dalam laporannya, Kepala Bidang Kepemudaan, Habib Salim, S.Si menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 175 lembaga SMA/SMK/MA, dengan masing-masing mengirim 2 perwakilan pengurus OSIS, sehingga total peserta mencapai 350 siswa.
“Para peserta akan mendapatkan materi komprehensif mengenai dampak kesehatan, psikologis, sosial, hingga ekonomi terkait pernikahan dini dan stunting. Tidak hanya mendengar, mereka juga akan menjadi penggerak kampanye di sekolah masing-masing,” jelasnya.
Kegiatan ini tidak berhenti sebagai wacana, melainkan sebuah langkah strategis yang menempatkan pelajar sebagai garda terdepan perubahan. Dalam era kompetisi global dan tantangan demografis, pembangunan karakter dan kesehatan remaja adalah fondasi keberlanjutan daerah. Melalui penguatan pengetahuan dan kesadaran kritis ini, Kabupaten Jember menegaskan komitmennya untuk menciptakan generasi emas yang sehat, berdaya, dan siap bersaing.
Sosialisasi ini bukan sekadar agenda sosialisasi biasa, melainkan investasi jangka panjang untuk memastikan bahwa masa depan Kabupaten Jember berada di tangan generasi muda yang cerdas mengambil keputusan, kuat secara fisik, dan dewasa dalam berpikir menuju Jember Baru Maju.



Belum ada komentar.