Hari Kedua Pelatihan Keprotokolan Bagi Pramuka Se Jawa Timur : Fungsi Penting Kehumasan Dan Public Speaking

Hari Kedua Pelatihan Keprotokolan Bagi Pramuka Se Jawa Timur : Fungsi Penting Kehumasan Dan Public Speaking

DISPORA JEMBER, Hari kedua Pelatihan Keprotokolan Bagi Pramuka yang di  Grand Darmo Suite by Amithya Surabaya memasuki sesi yang menarik dan relevan tentang kehumasan dan public speaking. 29/11.

Pada sesi ketiga pelatihan, materi tentang Kehumasan disampaikan oleh I Gede Alfian Septamiarsa, S.Sos., M.I.Kom, Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Setda Provinsi Jawa Timur. Dalam pemaparannya, Alfian mengajak peserta untuk memahami peran penting kehumasan dalam membangun citra yang positif bagi organisasi, khususnya dalam kegiatan yang melibatkan Pramuka. Ia menggarisbawahi pentingnya komunikasi yang efektif antara pimpinan dan masyarakat luas, serta bagaimana membangun hubungan yang harmonis dengan media. Ujar Alfian.

Pelatihan dilanjutkan dengan materi keempat yang tidak kalah menarik, yaitu Public Speaking, yang disampaikan oleh Dr. Zainal Muttaqin, S.Kom., M.I.Kom, CPR, ia memberikan tips dan teknik berbicara di depan umum yang efektif, serta bagaimana cara menyampaikan pesan dengan percaya diri. Ia menekankan pentingnya mengelola emosi dan mempersiapkan materi dengan baik sebelum berbicara di depan banyak orang.

“Public speaking bukan hanya tentang berbicara, tetapi bagaimana membuat audiens merasa terhubung dengan apa yang kita sampaikan. Latihan, persiapan yang matang, dan pengendalian diri adalah kunci utama untuk menjadi pembicara yang baik,” Jelas Dr. Zainal.

Salah satu peserta dperwakilan dari Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Jember, kakak Mohamad Roky Huzaeni, S.H., M.H, menyatakan bahwa sampai siang hari ini banyak insight yang saya peroleh dari pelatihan keprotokolan ini, salah satunya adalah terkait dengan menjalin kerja sama/kolaborasi kalau istilah pemateri di sebut dengan pentahelix yang memanfaatkan 5 unsur di antaranya pemerintah, akademisi,pelaku usaha, masyarakat dan media, dan kelima unsur tersebut sangat penting keberadaannya bagi pramuka untuk saling bekerja sma.,” Ujarnya.

”Kemudian materi siang hari ini sangat detail mengatur tentang bagaimana melakukan tata tempat untuk penghormatan kepada tamu dan tokoh, yang sebelumnya tidak pernah kami terfikirkan sampai sedetail itu.” Tandas kak Roky.

Pelatihan ini direncanakan berlangsung selama tiga hari hingga 30 November, dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan pramuka dalam bidang keprotokolan, komunikasi, dan keterampilan berbicara di depan umum. Hari ketiga pelatihan akan menghadirkan materi yang lebih mendalam tentang teknik-teknik keprotokolan dalam acara formal dan kegiatan sosial.

Dengan suksesnya pelatihan ini, diharapkan para peserta dapat membawa ilmu yang diperoleh untuk diterapkan di setiap kegiatan kepramukaan dan di masyarakat luas, guna memperkuat peran pramuka sebagai agen perubahan yang positif.

Bagikan ke: